Jreng jreng jreng langsung saja ya,, selamat membaca,,,hehehe :)
Kisah ini
berawal pada tahun ajaran 2013-2014, pas kebetulan kepengurusan osis yang baru
dan baru dilatik. Pada bulan september 2013, pengurus osis baru mengadakan perlombaan
antar kelas di SMA N 1 Mesuji Makmur.
Dan lomba tersebut adalah lomba kebersihan kelas. Dalam penilaiannya bukan
hanya kelas yang bersih akan tetapi interior kelas juga harus rapih dan ada
taman kelas. Dalam proses penilaian, osis dibantu oleh pebina osis dan para
guru. Guru yang masuk dalam mengajar dapat memberikan penilaiannya kepada
kelas-kelas yang mereka ajar. Jadi seluruh siswapun menyiapkan yang terbaik
untuk kelas mereka masing-masing.
Mereka mulai
disibukkan dengan kegiatan mereka, seperti merapikan kelas, menghias kelas, membuat
taman dan yang paling lucu adalah ada beberapa kelas yang dihias menyerupai
ruangan yang didesain seperti ada yang ulang tahun. Bagaimana tidak dikatakan
seperti ada yang ulang tahun, hahaha
:D,,, ada hiasan yang dibentuk bintang dan ada balon-balon yang digantung dilangit-langit
kelas tersebut, heh... Kebetulan saat cerita ini belangsung penulis berada di
bangku kelas XII IPA dan saingan terberat dari kelas XII IPA adalah KELAS XII
IPS 1. Dalam perjalanan perlombaan ada beberapa halangan, Misalnya ada kelas
yang jail yang berusaha menjatuhkan lawannya dengan cara yang tidak fer. Kenapa
dikatakan tidak fer,,,? Karena kelas lain mengerjai dengan cara membuang sampah
sembarangan didepan kelas saingannya ketika jam istirahat berakhir. Pembaca
pasti tahu dong apa saja yang masih di bawa di tangannya ketika habis dari
kantin,,?? Mereka pasti membawa kantong
atau plastik makanan. Nah kantong dan plastik makanan tersebutlah yang
dibuang sembarangan didepan kelas-kelas saingannnya. Celakanya ketika jam istirahat
berakhir dan mulailah jam pelajaran baru. Guru Pendidikan Kwarganegaraan masuk
ke kelas XII IPA. Karena ulah-ulah tangan jail ada beberapa sampah didepan
pintu kelas XII IPA. Al hasil poin untuk kelas XII IPA pun berkurang.
Hari demi hari
pun berlalu, kelas XII IPA beberapa kali mendapat teguran dari para guru. Jadi
kelas XII IPA pasrah dengan hasil akhirnya, akan tetapi kelas XII IPA tetap
memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Sedikit demi sedikit mulai membaik, akan
tetapi waktu penilaiaan telah berakhir
dan dihari pengumuman pemenang seluruh
siswa dikumpulkan dilapangan untuk mendengarkan siapa aja yang mendapat
predikat kelas yang paling kotor dan yang paling bersih.
Di umumkanlah
pemenang lomba antar kelas tersebut oleh
pembina osis dimulai dari kelas yang paling kotor. Pembina osis meulai
membacakan hasil nya, dengan predikat kelas yang paling kotor dari juara yang
ke-3 yaitu kelas XII IPS II, Yang ke-2 adalah kelas XI IPA dan yang pertama adalah
kelas XII IPA. Entah kesalahan bicara atau kelas XII IPA yang salah mengerti karena
dalam pengumuman tersebut pembina osis mengatakan hadiah kelas yang paling
kotor adalah sampah plastik dan aqua plastik bekas yang digantung dengan tali rafia
seperti kalung. Seluruh siswa yang ada dilapangan pun tertawa terbahak-bahak, penasaran
siapa yang akan mendapat hadiah kalung yang terbuat dari sampah plastik dan
aqua bekas tersebut. Karena pembina osis
mengatakan kelas yang paling kotor adalah kelas XII IPA, seluruh siswa pun
tertawa dengan terbahak-bahaknya.. huffttt L.
Kelas-kelas yang diumumkan tadi harus ada perwaiklan kelas yang maju kepodium
untuk mengambil hadiah tersebut. Perangkat kelas XII IPA pun maju dengan
langkah gontai penuh dengan rasa kecewa dan rasa malu karena sebagai kakak
senior tidak bisa memberikan contoh yang baik untuk adik-adik tingkatnya.
Tetapi kesalah pahamannya terletak pada pengumuman , dikatakan bahwa yang
disebutkan kelas yang terkotor adalah kelas-kelas yang diumumkan itu. Seluruh
siswa berpikir kalau ada lagi untuk pengumuman kelas-kelas yang bersih. Dan
ternyata 3 kelas yang diumumkan itu sudah termasuk dalam kelas yang paling
kotor dan kelas yang paling bersih. Kesimpulannya kelas XII IPA adalah kelas
yang paling bersih dari kelas-kelas yang lain. Jadi siswa perwakilan kelas XII
IPA merasa lega dan bersyukur. Disamping mereka tidak dikalungi dengan sampah
plastik,, hahahah, melainkan mendapat hadiah yang lebih baik... :)
. Sekian cerita dari
peulis, apabila ada kata-kata yang rancu mohon dimaklumi, karena penulis masih
dalam tahapan proses belajar,,hehee, :)