Kisah ini terjadi ketika
saya masih berada di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), tepatnya di SMA Negeri
1 Mesuji Makmur. Saya sangat ingin menjadi juara tetapi saya belum bisa menjadi
juara di kelas dan hanya menjadi juara kedua. Namun, saya tidak patah semangat.
Saya terus berusaha dengan belajar lebih rajin dan berdoa kepada Allah swt.
Diwaktu kenaikan ke kelas
X saya sudah optimis akan menjadi juara, karena nilai ujian tengah semester dan
nilai ujian akhir semester saya sangat memuaskan serta nilai saya lebih tinggi
dari nilai Tiara (pemegang juara di kelas). Namun, di hari penerimaan raport
saya kecewa karena saya tetap menjadi juara kedua, hanya selisih dua angka
dengan nilai Tiara. Waktu saya pulang, saya merenungi nilai saya dan berkata
“ya Allah hanya selisih dua angka nilai saya dengan nilainya Tiara”. Lalu saya
berusaha menghilangkan rasa kecewa saya dengan berkata kepada diri saya “masih
ada waktu Ahmad,kamu pasti bisa menjadi juara di kelas, semangat semangat
semangat”. Dengan banyak berkata seperti itu saya menjadi semangat lagi dan
saya lebih meningkatkan waktu belajar demi cita-cita menjadi juara di kelas.
Setelah libur semester
selesai, akhirnya saya kembali bersekolah lagi dengan tingkat yang lebih tinggi
dari tingkat sebelumnya yaitu kelas XI, lebih tepatnya kelas XI IPA. Di kelas
XI saya berusaha menjadi siswa yang lebih aktif karena saya ingin membahagiakan
orang tua saya dengan cara menjadi juara kelas.
Hari demi hari dan bulan
demi bulan telah saya lewati kini tiba saatnya ujian tengah semester. Pada
ujian kali ini saya berusaha untuk bangun malam untuk melaksanakan solat
tahajud. Setelah selesai solat tahajud saya tidak tidur lagi melainkan saya
mengulang kembali materi yang sudah saya pelajari di waktu siang. Ketika ujian
tengah semester berlangsung, saya belajar dengan sungguh-sungguh agar
mendapatkan nilai maksimal sesuai dengan harapan. Setelah seminggu berlalu
akhirnya ujian tengah semester selesai dan hasil ujian tengah semester satu
persatu sudah mulai di bagikan. Alhamdulilah, nilai saya semakin meningkat dari
kelas X kemarin. Saya merasa senang sekali lalu saya bersyukur kepada Allah swt
kemudian berkata “saya harus bisa menjadi juara di kelas XI IPA ini”. Dengan
semangat yang membara saya melalui kegiatan belajar di kelas, sampai akhirnya
ujian semester tinggal beberapa hari lagi. Saya ingin segera melaksanakan ujian
semester itu. Setelah saya menunggu hari dilaksanakannya ujian semester,
akhirnya hari itu tiba dan ujian semester pun dilaksanakan. Karena saya sudah
mempersiapkan ujian semester dari jauh-jauh hari, saya bisa mengerjakan ujian
semester dengan mudah. Alhamdulilah nilai ujian semester saya sesuai dengan
keinginan.
Setelah beberapa hari
tibalah saatnya pembagian hasil kegiatan belajar kami. Waktu wali kelas saya
masuk dan membawa hasil kegiatan belajar kami, semua murid menjadi tegang. Lalu
wali kelas saya membagikan hasil kegiatan belajar kami mulai dari peringkat ke
sepuluh. Setelah mendekati peringkat tiga besar jantung saya berdetak semakin
kencang dan tidak beraturan yang berharap agar menjadi juara di semester satu
ini. Akhirnya nama saya di sebutkan sebagai juara dikelas XI IPA. Saya senang
sekali akhirnya keinginan saya terwujud, lalu saya teringat pepatah arab yang
berkata “man jadda wa jada, artinya siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses”
seperti yang saya alami.

semoga setiap keinginan kita di ridhoi Allah SWT, aminn sukses mad!!!
BalasHapusAamiin Rum,,, semua orang menginginkan itu. (sukses)
BalasHapustetap berusaha dan berdoa kawan agar semua yang kamu ingin kan dapat tercapai. .
BalasHapusitu pasti kawan,,,
Hapustetep semangat berusaha dan berdoa yaaa
BalasHapus